Untuk Injil hari ini (Markus 12:28b-34) tentang hukum yang terutama, banyak Bapa Gereja memberikan refleksi mendalam tentang kasih kepada Allah dan sesama. Salah satu yang paling terkenal berasal dari Santo Agustinus.
Dikisahkan bahwa pada suatu hari Santo Agustinus sedang merenungkan ribuan perintah dan ajaran dalam Kitab Suci. Ia bertanya dalam doanya, bagaimana mungkin seseorang dapat menjalankan seluruh hukum Allah dengan sempurna?
Setelah bertahun-tahun belajar dan mengajar, ia sampai pada kesimpulan yang sederhana namun sangat mendalam “Kasihilah, dan lakukanlah apa yang engkau kehendaki.”
Bukan berarti seseorang bebas berbuat sesuka hati, melainkan jika hatinya sungguh dipenuhi kasih Allah, maka segala perkataan, keputusan, dan tindakannya akan mengarah kepada kebaikan. Orang yang mengasihi tidak akan mencuri, memfitnah, menyakiti, atau merugikan sesamanya.
Agustinus menjelaskan bahwa seluruh hukum Allah bagaikan cabang-cabang pohon, sedangkan kasih adalah akarnya. Jika akar itu sehat, seluruh pohon akan menghasilkan buah yang baik. Namun jika akar kasih mati, semua aturan yang dijalankan hanya menjadi formalitas tanpa makna.
Relevansi dengan Kehidupan Saat Ini
Di zaman sekarang, orang sering mengukur kesalehan dari banyaknya kegiatan keagamaan, jabatan dalam organisasi, atau pengetahuan tentang iman. Namun Injil hari ini mengingatkan bahwa Yesus menempatkan kasih sebagai yang utama.
Seseorang mungkin rajin ke gereja, tetapi jika masih mudah menghina orang lain di media sosial, iri hati terhadap tetangga, atau tidak peduli kepada mereka yang menderita, maka ia belum menghayati inti Injil.
Sebaliknya, seorang ibu yang dengan sabar merawat keluarganya, seorang ayah yang bekerja jujur, anak-anak yang menghormati orang tua, atau umat yang bergotong royong menjaga lingkungan dan membantu sesama, sedang menjalankan hukum terbesar yang diajarkan Kristus.
Pesan untuk KBG Santa Bernadette
Bagi umat KBG Santa Bernadette, kasih dapat diwujudkan dalam hal-hal sederhana: mengunjungi anggota yang sakit, mendukung kegiatan anak-anak, menjaga persatuan lingkungan, serta merawat alam sebagai rumah bersama. Ketika kasih menjadi dasar setiap kegiatan, komunitas bukan hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi menjadi tanda kehadiran Kristus di tengah masyarakat.
Sebagaimana dikatakan Santo Agustinus “Ukuran kasih adalah mengasihi tanpa ukuran.”
Semoga Injil hari ini mengajak kita untuk tidak hanya mengenal Tuhan melalui doa dan ibadah, tetapi juga menghadirkan kasih-Nya dalam tindakan nyata setiap hari. (AB)






