Dari Keterpurukan Menuju Harapan “Menghadapi Krisis dengan Iman dan Keteguhan”

Oleh: Ferdinandus Jerahu, S.Fil (Penyuluh Agama Katolik Ahli Pertama Kantor Kementerian Agama Kab. Manggarai Barat)

Injil: Matius 5:1-12

Saudara dan saudari yang terkasih dalam Kristus. Dalam hidup di zaman ini, kita berhadapan dengan berbagai macam krisis. Ada begitu banyak krisis yang muncul dan bukan saja muncul pada zaman kita tetapi juga sudah merebak bahkan sejak zaman nabi Elia. Nabi Elia merupakan salah satu nabi yang diutus oleh Allah untuk berhadapan dengan orang-orang yang mengalami krisis Spiritual. Salah satu dari mereka adalah Raja Ahab. Ahab adalah raja Israel yang yang bersama dengan istrinya menyembah Baal terutama untuk mendatangkan hujan. Elia muncul dengan kuasa dari Allah untuk menyampaikan teguran atas perbuatan raja ahab dengan mengatakan bahwa tidak akan ada hujan atau embun selama bertahun-tahun kecuali atas perkataannya. Melalui Elia, Allah menunjukan bahwa tidak ada Tuhan lain selain Allah. Ia adalah satu-satunya Allah yang memberi pengharapan kepada semua orang yang percaya kepadanya dan mampu mengangkat kita dari keterpurukan kita sebagai manusia. Ia tidak meninggalkan kita dalam keadaan dosa dan krisis tetapi dengan sabdaNya kita diselamatkan dan boleh mengecap kebahagiaan yang dijanjikanNya. Yesus bahkan menampilkan lebiih banyak lagi krisis yang bahkan pada saat ini juga kita alami dalam hidup.

Miskin di hadapan Allah sebagai gambaran manusia yang sangat membutuhkan kehadiran Allah dalam menopang hidupnya. Berdukacita sebagai bentuk kesedihan atas dosa dan pengharapan akan penghiburan Lapar dan haus akan kebenaran yang sejatinya diwartakan oleh kristus sendiri. Di bagian akhir Yesus bahkan menampilkan sebuah situasi yang cukup ekstrem di mana kita bisa saja dibenci bahkan difitnah karena mengikuti Yesus.

Dalam situasi-situasi manusiawi yang Yesus sampaikan, ia membawa pengharapan akan kebahagiaan. Kebahagiaan yang dianugerahkan Tuhan bukan merupakan kebahagiaan duniawi yang semu. Janji akan kebahagiaan ini dimateraikan sendiri oleh darah Kristus melalui pengurbanannya sendiri.

Bapa ibu saudara dan saudari, krisis spiritual, moral dan ekonomi yang kita alami dalam hidup sehari-hari merupakan bagian dari dinamika kehidupan dunia. Kita sebagai umat beriman tentunya diharapkan untuk selalu berpegang teguh pada Allah. Allah adalah pegangan hidup kita, bukan baal dan bukan kesenangan semua yang menghancurkan diri. Dalam situasi apapun, ingatlah bahwa Allah telah memateraikan kita dengan darahnya yang menetes di kayu salib demi keselamatan dan kebahagiaan umatNya. (AB)

  • Related Posts

    Iman yang Berani Menyentuh Tuhan Tidak Pernah Sia-Sia

    Renungan Katolik Senin, 6 Juli 2026 Bacaan Injil: Matius 9:18-26 “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” (Mat. 9:22) Dalam kehidupan, ada saat-saat ketika kita merasa semua jalan telah…

    Read more

    Pemulihan Sejati Dimulai dari Hati

    Renungan Katolik Hari Ini Kamis, 2 Juli 2026 Bacaan Injil: Matius 9:1–8“Percayalah, anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” Dalam Injil hari ini, orang-orang membawa seorang lumpuh kepada Yesus dengan harapan agar ia…

    Read more

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    Dari Lancang KBG Santa Bernadette Menyemai Harapan, Hadir Membawa Kasih, Meneguhkan Persaudaraan dan Menanam Benih Perdamaian

    • By admin
    • July 18, 2026
    • 40 views
    Dari Lancang KBG Santa Bernadette Menyemai Harapan,  Hadir Membawa Kasih, Meneguhkan Persaudaraan dan Menanam Benih Perdamaian

    Iman yang Berani Menyentuh Tuhan Tidak Pernah Sia-Sia

    • By admin
    • July 6, 2026
    • 103 views
    Iman yang Berani Menyentuh Tuhan Tidak Pernah Sia-Sia

    Pemulihan Sejati Dimulai dari Hati

    • By admin
    • July 2, 2026
    • 76 views
    Pemulihan Sejati Dimulai dari Hati

    Tuhan Mengubah Hati Sebelum Mengubah Keadaan

    • By admin
    • July 1, 2026
    • 86 views
    Tuhan Mengubah Hati Sebelum Mengubah Keadaan

    Percaya Saat Badai Kehidupan Datang

    • By admin
    • June 30, 2026
    • 108 views
    Percaya Saat Badai Kehidupan Datang

    Tetapi Menurutmu, Siapakah Aku?

    • By admin
    • June 29, 2026
    • 95 views
    Tetapi Menurutmu, Siapakah Aku?